Public Article

Public's Articles

Blog ini dibuat khusus bagi yang suka membaca dan menulis artikel. Tulisan-tulisan yang dibuat selain oleh Admin Website bukanlah artikel resmi dari website ini. Administrator website berhak untuk merubah dan merapikan artikel-artikel yang ditulis. Lengkapilah profil anda, seperti nama, alamat, foto profil, cover, dll. Hanya artikel-artikel yang ditulis oleh penulis yang profilnya sudah lengkap yang akan ditampilkan di website ini.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Jangka Panjang Gangguan Tumbuh Kembang Anak Akibat Diare Persisten

Diare Persisten didefinisikan sebagai diare yang disebabkan infeksi yang berlangsung lebih dari 14 hari. Penatalaksanaan diare persisten pada anak menimbulkan keputus asaan bagi tenaga kesehatan dan keluarga menyebabkan penggunaan yang berlebihan terhadap obat-atau antibiotika. Belakangan ini beberapa Negara berkembang melaporkan keberhasilan penatalaksanaan diare persisten pada anak dengan pemberian diet harian yang mengandung muatan local yang tidak mahal dan suplementasi mikronutrien.1  



Artikel Selengkapnya



Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Jangka Panjang Gangguan Tumbuh Kembang Anak Akibat Diare Persisten

 

 

O

L

E

H

 

 

DEDDY SATRIYA PUTRA 

 

RSUD ARIFIN ACHMAD / FK.UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2010

 

Pendahuluan

Diare Persisten didefinisikan sebagai diare yang disebabkan infeksi yang berlangsung lebih dari 14 hari. Penatalaksanaan diare persisten pada anak menimbulkan keputus asaan bagi tenaga kesehatan dan keluarga menyebabkan penggunaan yang berlebihan terhadap obat-atau antibiotika. Belakangan ini beberapa Negara berkembang melaporkan keberhasilan penatalaksanaan diare persisten pada anak dengan pemberian diet harian yang mengandung muatan local yang tidak mahal dan suplementasi mikronutrien.1

Upaya pencegahan dan penanggulangan jangka panjang

Pemberian makan merupakan bagian esensial dalam tatalaksana diare persisten untuk menghindari dampak diare persisten terhadap status gizi dan mempertahankan hidrasi. Hidrasi dipertahankan dengan pemberian tambahan cairan dan cairan rehidrasi oral jika diperlukan. Kadang diperlukan pemberian cairan intravena bila gagal pemberian oral.2 Diare persisten akan mempengaruhi status gizi karena penurunan masukan makanan, gangguan penyerapan makanan, kehilangan zat gizi dari dalam tubuh melalui kerusakan saluran cerna dan meningkatnya kebutuhan energi oleh karena demam dan untuk perbaikan saluran cerna. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) harus dilanjutkan selama diare berlangsung,,2,3

Ada dua kunci dalam tatalaksana pemberian makan pada anak dengan diare persisten.3

1.Rendah  laktosa dengan mengurangi jumlah susu formula dalam diet.

Anak dengan diare persisten mungkin tidak toleran dengan susu sapi karena ketidak mampuan memecah laktosa, kemudian laktosa akan melewati usus halus dan menarik cairan ke lumen usus sehingga akan memperberat diare. Hal ini dapat dihindari dengan mengurangi masukan laktosa sekitar 2-3 gr/kg/hari (30-50 ml/kg/hari susu sapi murni) dan mencampurkan dengan sereal. Cara lain dengan metode tradisional seperti pembuatan yoghurt mungkin efektif untuk sebagian pasien, jika tidak, maka susu soya dapat dicoba.2,3  Ashraf dkk dalam penelitiannya melaporkan 107 anak umur 4 – 23 bulan dengan diare persisten 57% membaik setelah diberikan diet rendah laktosa, 36% Membaik dengan diet bebas laktosa dan sukrosa, 4% dengan diet berisikan ayam, minyak kedele dan glukosa dan 2% membaik dengan pregestimil.4
 2.Pastikan anak mendapat makanan yang cukup.
            Rekomendasi tatalaksana pemberian makan harus didasarkan kepada harga yang tidak mahal, mudah didapat, diterima secara kultural dan mudah disajikan di rumah.3 Untuk bayi diatas 6 bulan pemberian makanan lokal yang mengandung kalori tinggi dan lumat yang secara kultural dapat diterima. Diet pilihan lainnya berupa bubur ayam dapat dicoba. Vitamin seperti asam folat dan B12 serta mineral seperti zinc mungkin membantu dalam perbaikan usus dan meningkatkan sistim imun.2,3  Banyak acuan dan cara pemberian makanan pada penderita diare persisten. Makanan dapat diberikan dalam bentuk padat atau cair, alami atau hidrolisat atau produk nutrisi elemental sintesis, kontinue atau intermiten, diberikan secara oral atau melalui pipa lambung atau secara parenteral. Nutrisi enteral harus merupakan prioritas walaupun terjadi peningkatan volume dan frekuensi defekasi.4

Studi evaluasi efikasi makanan lokal dalam penatalaksanaan diare persisten yang dilakukan oleh Applied Diarrhoeal Disease Research Project dan WHO telah dilakukan di enam negara. Studi ini didasarkan pada prinsip, mengurangi proporsi laktosa di dalam diet untuk diare persisten. Anak-anak di Pakistan diberi suatu diet khitchri (Beras dan tanaman kacang-kacangan lentil yang dimasak dengan minyak.) dengan yoghurt, anak-anak di Peru, India, Vietnam dan Bangladesh diberi susu beras, dan anak-anak di Mexico diberi susu jagung. Anak – anak yang tidak memperlihatkan perbaikan dengan makanan diatas diganti dengan pilihan kedua berupa makanan tanpa susu berupa beras yang dicampur dengan protein berupa ayam atau putih telur.5,6,

Penelitian Branth PV dkk di Guinea-Bissau bertujuan untuk melihat efek segera dan jangka panjang pemberian diet harian local dan mikronutrien pada anak yang mengalami diare persisten selama episode diare dan satu minggu periode penyembuhan. Terdapat 141 episode diare persisten selama penelitian diman 70 episode ( 58 anak ) masuk kelompok yang mendapat diet harian local dan mikronutrien dan 71 episode ( 62 anak) masuk kelompok control. Selama periode intervensi penambahan berat badan pada kelompok yang mendapat diet dan suplemen melebihi dari kelompok konterl sebesar 61,5 grm/minggu meskipun tidak terdapat perbedaan yang siknifikan pada pertumbuhan linear berdasarkan knee-heel length. Pada saat pertengahan periode follou up atau 6,6 bulan setelah pemberian diet dan supplement di hentikan penembahan berat badan pada kelompok yang mendapat diet dan suplemen melebihi kelompok control 12,5 grm/minggu. , knee-heel length 7,5mm/tahun lebih besar dari kelompok control. Dan secara total panjang badan 0,65cm/tahun lebih panjang dari kelompok control. Jenis-jenis mikronutrien yang diberikan dalam penelitian ini berupa : Vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Vitamin B 6, B12, Folic acid, Niacin, Panthothenic acid, Vitamin C, D, E, besi, zing, copper, Iodine dan selenium dalam bentuk kapsul dan dosis untuk bayi diats 4 bulan dua kali lipat dari dosis yang diberikan pada bayi 3-4 bulan. Penelitian ini memperlihatkan kepada kita bahwa pemberian terapi diet dan suplementasi mikronutrien mempenyai efek yang segera dan jangka panjang terhadap pertumbuhan pada anak dengan diare persisten. 7

Bhandari N dalam penelitiannya di India melakukan pemberian suplemen zinc setiap hari selama 4 bulan untuk pada penderita diare berat dan berulang pada anak brumur 6 sampai 30 bulan. Dosis yang diberikan 10 mg untuk infan dan 20 mg untuk diatasnya. Pekerja lapangan mengunjungi rumah sampel tiap tujuh hari sekali selama periode 4 bulan dan menanyakan kejadian tujuh hari sebelumnya. Berat dan tinggi badan di catat saat pertama dan diakhir penelitian. Level zinc plasma di periksa saat awal penelitian. Dari 3802 sampel dialkukan randomisasi sehingga didapat sebanyak 2482 sampel yang kemudian dibagi du kelompok yaitu yang mendapat zinc dan kelompok placebo masing-masing 1241 sampel. Terdapat perbedaan episode diare pada kelompok zinc dan placebo dimana pada kelompok zinc terdapat 7,7 episodediare selama periode penelitian dibanding 8,6 episode pada kelompok placebo. Sedikit sampel dari kelompok yang mendapat zinc yang mengalami episode diare dan diare berulang dan terdapat tiga kematian pada kelompok placebo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  pemberian suplemen zinc secara subtansial menurunkan berat dan lamanya diare yang merupakan 2 hal penting terjadinya malnutrisi dan kematian pada penderita diare. Pemberian zinc juga dapat mencegah terjadinya diare yang berulang sehingga meningkatkan kadar zinc pada populasi yang mengalami defisiensi zinc akan mencagah terjadinya diare yang berat dan lama. Pendekatan yang dapat dilaksanakan untuk emcapai hal tersebut adalah dengan fortifikasi makanan dengan zinc, diversivikasi diet, kultivikasi tanaman pangan sehingga absorbs zinc meningkat pada kelompok anak tertentu. 8

Long KZ dkk di mexico melakukan penelitian efek vitamin A dan zinc terhadap parasit intestinal pada anak. Infeksi parasit usus merupakan penyebab penting kesakitan dan stunting pada diare di Negara berkembang. Penelitian dilakukan pada 707 anak berumur antara 6-15 bulan di meksiko yang dirandom menjadi empat  kelompok yaitu kelompok yang mendapat Vitamin A  20.000 IU untuk anak dibawah 1 tahun dan 45.000 IU untuk anak di atas 1 tahun setiap 2 bulan, kelompok yang mendapat  zinc 20 mg setiap hari, kelompok yang mendapat Vit A dan zinc dan kelompok placebo. Pada saat pertama sampel dicatat berat badab dab tinggi badannya kemudiaan di kunjungi dua kali seminggu selama periode satu tahun. Selama periode penelitian di identikasi parasit intestinal berupa Giardia lambdia, Ascaris Lumbricoides dan entamoba histolytica sampai sembuh. Dari 800 sampel yang setelah dilakukan randomisasi didapat 786 sampel yang kemudian di bagi atas kelompok. Diakhir penelitian terdapat stunted sebesar 8,38% pada kelompok placebo, 4,52% pada kelompok Vit A, 3,93% pada kelompok zinc dan Vit A dan  9,19% pada kelompok zinc. Pemberian Vit A dan zinc menurnkan infeksi Giardia tetapi meningkatkan infeksi ascaris lumbricoides dibanding kelompok yang diberi zinc saja. Lamanya infeksi Giardia menurun pada ketiga kelompok yang mendapat suplemen. Infeksi ascaris Lumbricoides menurun pada kelompok Vit A dan kelompok Zinc. Infeksi entamoba histolityca lebih lama pada kelompok yang mendapat zinc. Infeksi entamoba histolityca dan ascaris lumbricoides menurun pada kelompok yang mendapat suplemen zinc saja dan kelompok yang mendapat suplemen kombinasi zinc dan Vit A..9

Defisiensi besi dan zinc berhubungan dengan terjadinya keterlambatan perkebangan, berhentinhya pertumbuhan dan meningkatnya penyakit infeksi seperi diare pada bayi dan anak,

Lind T melakukan penelitian pada 680 anak indonesi ayang di bagi atas 4 kelompok masiong-masing kelompok terdiri dari 170 anak yang mendapat Fe 10 mg setiap hari, kelompok yang mendapat zinc 10mg setiap hari , kelompok yang MENDAPAT fe DAN Zinc dan kelompok placebo selama periode 6 bulan dari usia 6 bulan sampai usia 12 bulan, antropometri dan index development (bayley scales of infant development: BSID) serta penyakit infeksi seperti diare dicatat. Sampel diambil dari bayi di purworejo jawa tengah. Dari penelitian ini didapatkan hasil berat per umur z skore lebih tinggi pada kelompok zinc dibanding kelompok placebo dan kelompok kombinasi  zinc dan besi. Panjang linear lebih besar pada kelompok zinc dan kelompok besi dibanding kelompok placebo.. BSID psikomotor development indeks lebih tinggi pada kelompok besi dibanding kelompok placebo.. tidak perbedaan bermakna terhadap penyakit infeksi pada keempat kelompok. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian supplement zinc tunggal akan meningkatkan pertumbuhan secara significant dan pemberian suplemen besi tunggal akan meningkatkan pertumbuhan dan psikomotor development indek secara signifikan, tetapi kombinasi pemberian suplemen besi dan suplemen zinc tidak meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan secara bermakna. Kombinasi suplemen besi dan zinc tidak direkomendasikan secara rutine diberikan berdasarkan penelitian ini. 10

Kesimpulan

Pencegahan terjadinya diare kronik sangat penting karena akan mencagah terjadinya kekurangan nutrisi yang berakibat terjadinya ganguan pertunbuhan dan gangguan perkembangan pada anak terutama bila diare persisten terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan. Pemberian makanan muatan lokal yang di suplementasi dengan zinc, Vitamin A dan besi dapat mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang.

Kepustakaan

  1. Brant PV dkk. Community-based controlled trial of dietary management of children with persistent diarrhea : sustained beneficial effect on ponderal and linear growth. Am J Clin Nutr 2001;73 968-74
  2. WHO/CDD Persistent diarrhea in developing contries; memorandum from a WHO meeting Bull World Health Organ 1988;66;709-17
  3. WHO CDD Programme and The Applied Diarrhoeal Disease Research Project (ADDR).Clinical Updae : Persistent Diarrhoe 1992
  4. Ashraf H, Ahmad S, Fuchs Journal of Tropical pediatrics;jun 2002;48.hal142-48
  5. Badan koordinasi gastroenterology Anak Indonesia.Diare persisten dalam Tatalaksana Kasus Diare Bermasalah .Jakarta 1999.hal 11-19
  6. Wold Health Organization 2000. The Epidemiology and Etiology of Diarrhea
  7. International Woking Group on persistent Diarrhea.Evaluation of an algorithm for the treatment of persistent diarrhea :a multicentre study : Bulletin of the world Heath Organization 1996;74 (5):478-489.
  8. Bhandhari N dkk. Substantial reduction in severe diarrheal morbidity by daily zinc supplementation in young north Indian children. Pediatrics 2002 :109;e 86
  9. Long KZ dkk. Effect of Vitamin A and Zinc supplementation on Gastrointestinal parasitic infection among Mexican children . Pediatrics 2007:120;e 846-855
  10. Lind Torbjorn dkk. A Community-based Randomized controlled trial of iron and zinc supplementation in Indonesian infants : effect on growth and development. Am J. Clin Nutr. 2004:80: 729-36

 




 

Penulis

Dr. Deddy Satriya Putra, SpA(K)


Alamat :

Jalan Warta Sari No 4 Tangkerang Selatan Pekanbaru 28282
Telp : (0761) 7046469

Fax : (0761) 36533

HP: 085216983733

Kantor :
Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Arifin Achmad / FK-UNRI
Jl. Diponegoro No 2 Pekanbaru
Telp : (0761) 858647


E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 


Edited and Published by : Klinik Dr. Rocky™

Rate this blog entry:
Etiologi dan Pathogenesis Diare Persisten
Obesitas, Metabolisme dan Golongan Darah

Log in

fb iconLog in with Facebook
create an account