Merencanakan Jenis Kelamin Anak

Kelahiran anak dalam suatu rumah tangga sangat membahagiakan semua pasangan. Namun kadangkala kelahiran anak sepertinya kurang memberi suasana bahagia jika anak yang lahir tersebut sama jenis kelaminnya dengan anak sebelumnya. Pasangan suami istri yang telah dikaruniai 1 anak atau lebih dengan jenis kelamin yang sama, tentu ingin mempunyai anak dari jenis kelamin yang berbeda. Sering timbul pertanyaan, apakah pasangan suami istri bisa menetukan jenis kelamin anak mereka berikutnya ? Tidak ada jawaban pasti dari pertanyaan tersebut. Semua bisa ya, bisa tidak.

Para ahli juga bersikap skeptis ( ragu – ragu ) dan sering menimbulkan perdebatan dalam dunia medis. Harapan selalu ada. Dengan ditemukannya perbedaan karakteristik antara sperma X ( pembawa gen perempuan ) dan sperma Y ( pembawa gen laki – laki ), maka kemungkinan untuk merencanakan jenis kelamin anak memiliki peluang yang besar.

Sebuah studi tahun 1995 yang diterbikan New England Journal of Medicine menyatakan tentang adanya kaitan saat hubungan seks dan saat ovulasi dengan jenis kelamin anak.

Semua teori tentang menentukan jenis kelamin anak bertitik tolak dari perbedaan sperma X dan Y. Berdasarkan perbedaan tersebut, berbagai cara sederhana dapat dilakukan. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada table dibawah ini
 
Tabel : Perbedaan sperma pembawa gen jenis kelamin
 
No.
 
X ( )
Y ( )
1
Bentuk
Lbh panjang (Lonjong)
Bundar
2
Ukuran
Lbh besar
Lbh kecil ( 1 / 3 X  )
3
Gerak
Lamban
Cepat
4
Umur
Lbh lama ( 5-6 hr )
Lbh singkat ( 2-3 hr )
5
Daya tahan thd asam
Tahan asam
Kurang tahan asam
6
 
 
Bersinar terang
 
 
Sebelumnya, penentuan jenis kelamin anak berdasarkan mitos yang berkembang dari mulut ke mulut. Beberapa mitos yang dipercayai seprti :
 
1.    Siapa jatuh cinta duluan
Menurut mitos  ini, anak pertama ditentukan oleh siapa dari pasangan yang jatuh cinta duluan, maka jenis kelamin anak pertama mereka sesuai dengan jenis kelamin orang tuanya yang jatuh cinta duluan.  Jika yang jatuh cinta duluan bapaknya, maka jenis kelamin anak pertama mereka adalah laki – laki, begitu sebaliknya.
 
2.    Kondisi ibu hamil
Kondisi ibu yang lagi hamil juga menjadi mitos dalam menetukan jenis kelamin anak yang sedang dikandungnya.  Jika  wajah ibu hamil pucat, rajin berdandan, bentuk perut mirip telur dan condong kebawah maka anak yang dikandunganya berjenis kelamin perempuan. Namun kalau wajahnya kusam, malas berdandan, penuh jerawat,  penampilan cuek, bentuk perut menonjol keatas, maka anak yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki.
 
3.    Bulu tengkuk
Mitos menentukan jenis kelamin dari sebaran bulu tengkuk juga banyak dipercayai dapat menentukan jenis kelamin anak.  Ibu hamil dengan bulu tengkuk menyebar, maka jenis kelamin anak yang dikandungnya laki-laki. Tetapi bila bulu tengkuk ibu hamil tersebut menyatu, maka jenis kelamin anak yang dikandungnya perempuan.
 
Mitos tetaplah mitos, tidak ada perdebatan dan bukti ilmiah. Saat ini berkembang beberapa methode ilmiah yang memiliki kemungkinan lebih besar dalam merencanakan jenis kelamin anak. Beberapa methode  tersebut :
 
1.  Shettles ( Dr. Landrum Shettles & David Rorvik )
Methode ini berdasarkan pada gerak sperma. Sperma yang memiliki kromosom Y ( laki – laki ), bergerak lebih cepat dibandingkan sperma yang memiliki kromosom X ( perempuan ). Menurut Shettles, methode ini lebih efektif untuk memiliki anak laki – laki. Efektifitasnya 75 %. Jika melakukan hubungan seks saat ovulasi akan melahirkan anak laki-laki, jika hamil dan jika melakukan hubungan seks 2-3 hari sebelum ovulasi akan melahirkan anak perempuan.
 
2. Whelan ( Elizabeth Whelan ScD )
Whelan menyatakan, jika menginginkan anak laki – laki, maka lakukan hubungan seks sebelum Suhu Basal Tubuh naik ( 68 % ) dan jika ingin bayi perempuan, agar menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks 2 – 3 hari sebelum ovulasi ( 56 % )
 
3. Akihito
Methode Akihito berdasarkan sperma yang membuahi lebih dulu. Secara teoritis, jika sel telur ( Ovum ) telah dibuahi oleh satu sperma, maka sperma lain tidak bisa lagi membuahi.  Methode ini pada prinsipnya sama dengan methode lain berdasar pada gerak dan daya tahan sperma. Sperma yang bergerak aktif dan cepat akan lebih dulu membuahi sel telur,  semetara sperma yang tahan dan hidup lama akan membuahi telur setelah sperma lainya mati.  Jika melakukan hubungan seks saat ovulasi, maka sperma Y yang bergerak cepat yang akan membuahi sehingga jenis kelamin anak laki – laki. Jika melakukan hubungan seks sebelum ovulasi maka sperma X yang tahan dan hidup lama yang akan membuahi, sehingga jenis kelamin anak yang akan lahir adalah perempuan.
 
 
4. Ericsson & Centrifugation ( Dr. Ronald Ericsson )
Methode Dr. Ronald Ericsson terbukti paling berhasil dalam merencanakan jenis kelamin anak. Sperma disaring dengan larutan protein ( albumin ) utk memisahkan sperma pembawa kromosom X dan Y. Pemisahan ini juga bisa dilakukan dengan centrifuge, berdasarkan perbedaan ukuran sperma. Sperma yang berat  ( X ) dibawah dan yang lebih ringan (Y) diatas.
 
5. Inseminasi buatan
Sperma ditampung dalam gelas, kemudian disaring dengan media khusus yang kekentalannya berbeda untuk memisahkan sperma dengan semen. Sperma X akan lebih cepat mencapai bawah karena BM nya besar dan sperma Y akan lebih cepat brgerak keatas. Sperma yang telah dipisahkan diambil dan kemudian dilakukan inseminasi saat ovulasi
 
Beberapa cara lain yang dapat digunakan untuk merencanakan jenis kelamin anak, seperti tabel dibawah ini.
 
Tabel : Cara merencanakan jenis kelamin anak
 
No
 
Laki - laki
Perempuan
1
Bilas Vagina
Air + Soda ( 1 gls air + 2 sdk soda ) à Ph >>
Air + Asam cuka ( 1 gls air + 2 sdk asam cuka) à Ph <<
2
Orgasma
( Istri )
Lbh duluan ( cairan saat orgasme mendukung pergerakan sperma )
Hindari Orgasma ( Vagina asam )
3
Posisi Koitus
Knee Chest ( Doggie Style )
Sperma cepat capai serviks
Face to face ( laki2 diatas )
Sperma lambat capai serviks
4
Penetrasi Penis
Penetrasi dalam ( tekan dalam2 saat ejakulasi ) sperma cepat capai cx
Penetrasi pendek ( angkat penis hingga ujung vagina saat ejakulasi ) lama capai cx
5
Rutinitas Koitus
Puasa sementara ( >> kualitas & vol sperma dan menghindari sperma tertinggal
Teratur tiap 2 hari dan stop 2-3 hari sebelum ovulasi. Vol sperma << dan Mati. X tahan
6
Makanan
Rendah garam & kaya Potasium ( Pisang, kentang dan daging )
Susu, kacang2an dan & sayuran hijau
7
Lokasi Kerja
Pedesaan ( Polusi << )
Perkotaan ( Polusi >> ) Membunuh Y, X tahan
8
Jumlah Sperma
Banyak
Sedikit ( Suhu daerah kemaluan tinggi )
 
 
 

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Log in

fb iconLog in with Facebook
create an account