Official Article

Monografi Seftriakson (Sefalosporin Generasi ke tiga)

Sefalosforin termasuk golongan antibiotika betalaktam. Sefalosforin berasal dari fungus Cephalosporium acremonium yang di isolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu. Fungus ini menghasilkan tiga macam antibiotika yaitu sefalosporin P, N, dan C. Dari ketiga antibiotika tersebut kemudian dikembangkan berbagai derivate sefalosporin semisintetik antara lain sefalosporin C.



Artikel Selengkapnya



 

Monografi Seftriakson (Sefalosporin Generasi ke tiga )

Dr. Deddy Satriya Putra, SpA(K)

RSUD Arifin Achmad/FK.UNRI Riau

 

Sefalosforin termasuk golongan antibiotika betalaktam. Sefalosforin berasal dari fungus Cephalosporium acremonium yang di isolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu. Fungus ini menghasilkan tiga macam antibiotika yaitu sefalosporin P, N, dan C. Dari ketiga antibiotika tersebut kemudian dikembangkan berbagai derivate sefalosporin semisintetik antara lain sefalosporin C.

Inti dasar sefalosporin C ialah asamm 7-amino-sefalosporanat (7-ACA: 7-aminocephalosporanic acid)yang merupakan komplek cincin dihirotiazindari cincin betalaktam.sefalosporin C resisten terhadap penisilinase , tetapi dirusak oleh sefalosporinase. Hidrolisis asam sefalosporin C menghasilkan 7-ACA yang kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai macam antibiotika sefalosporin.Modifikasi R1 pada posisi 7 cincin betalaktam dihubungkan dengan aktivitas antimikrobanya, sedangkan subtitusi R2 pada posisi 3 cincin dihidrotiazin mempengaruhi metabolism dan farmakokinetiknya.

               Struktur Formula Seftriakson

Struktur formula seftriakson

Sefalosporin dibagi atas tiga generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya. Dewasa ini sefalosforin yang lazim digunakan dalam pengobatan ialah sefalosporin generasi ketiga Salah satu sediaan yang sering digunakan untuk diare persisten adalah seftriakson

Aktivitas antimikroba sefalosforin ialah dengan menghambat sisitesa dinding sel mikroba. Yang dihambat ialah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin aktif terhadap kuman gram positif maupun gram negative tetapi spektrum antimikroba berbeda untuk masing-masing derivatnya.

Golongan sefalosporin generasi ketiga umumnya kurang aktif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kokus gram positif tetapi jauh lebih aktif terhadap enterobacteriaceae, termasuk strain penghasil penisilinase.

Farmakologi

Rata-rata konsentrasi plasma Seftriakson tercapai setelah 30 menit pemberian IV dengan dosis 0,5, 1, da, 2 gram dan pemberian IM  dosis 0,5 dan 1 gram. Pada orang sehat. .Ceftriaxon di absorpsi lengkap setelah pemberian secara IM dengan pencapaian dosis maksimum rata-rata di plasma tercapai setelah 2-3 jam setelah suntikan. Dosis ulangan antara 0,5-2 gram yang diberikan dengan interval 12-24 jam akan mendapatkan akumulasi dosis sebesar 15%-36% diatas dosis sebelumnya.

Sebanyak 33%-67% dari dosis ceftritaxon akan di ekresikan melalui urine tanpa perubahan dan sisanya akan di ekresikan melalui saluran empedu dan dapat ditemukan di faces sebagai bentuk inaktif. Pemberian ceftriaxon dengan dosis 1 gram secara IV setelah 1-3  jam akan didapati sejumlah dosis di cairan empedu dalam kandung empedu sekitar 581mcg/ml, 788mcg/ml di common bile duct, 898mcg/ml di ductus cysticus, 78,2 mcg/ml di dinding kandung empedu dan 62,1 mcg/ml bertahan pada plasma.

Sefriakson umumnya aktif terhadap kuman gram positif, tetapi kurang aktiuf terhadap dibandingkan dengan sefalosporin generasi pertama. Waktuparuhnya mencapai 8 jam. Untuk meningitis obat ini diberikan dua kali sehari sedangkan untuk infeksi lain cukup sekali sehari. Jumlah seftriakson yang terikat pada protein plasma umumnya sekitar 83-96%. Pada peningkatan dosis persentase yang terikat pritein menurun cepat. Dosis lazim obat ini ialah 1-2 gram/hari IM atau IV dalam doisis tunggal atau dibagi dalam dua dosis. Untuk anak diberikan dosis 50-75 mg/kgbb sehari yang dibagi dalam dua dosis. Dosis obat tidak perlu disesuaikan pada gagal ginjal atau adanya gangguan faal hati .

TABLE 1  Urinary Concentrations of Ceftriaxone After Single Dose Administration

Dose/Route

 Average Urinary Concentrations (mcg/mL)

 

0-2 hr

2-4 hr

4-8 hr

8-12 hr

12-24 hr

24-48 hr

0.5 gm IV

526

366

142

87

70

15

0.5 gm IM

115

425

308

127

96

28

1 gm IV

995

855

293

147

132

32

1 gm IM

504

628

418

237

ND

ND

2 gm IV

2692

1976

757

274

198

40

 

Rata-rata konsentrasi maksimum obat dalam plasma, waktu paruh, pembersihan dalam plasma, dan volume distribusi setelah pemberian intravena dengan dosis 50mg/kg dan 75mg/kg pada pasien anak dengan meningitis terlihat pada tabel 2.

Mikrobilogi

Aktifitas antibakhteri dari ceftriaxone bekerja dengan cara menghambat sintes dinding sel bakhteri. Ceftriakson sangat stabil terhadap bakhteri penghasil beta laktamase,  penisilinase dan cefalosporinase bakhteri garam negative dan bakhteri gram positif.

Suatu studi invitro efek antagonis terjadi bila dikombinasikan dengan kloramfenikol.

Ceftriakson sangat aktif melawan beberapa moikrorganisme berikut:

Aerobic gram-negative microorganisms

Acinetobacter calcoaceticus

Enterobacter aerogenes

Enterobacter cloacae

Escherichia coli

Haemophilus influenzae (including ampicillin-resistant and beta-lactamase producing strains)

Haemophilus parainfluenzae

Klebsiella oxytoca

Klebsiella pneumoniae

Moraxella catarrhalis (including beta-lactamase producing strains)

Morganella morganii

Neisseria gonorrhoeae (including penicillinase- and nonpenicillinase-producing strains)

 

Neisseria meningitidis

Proteus mirabilis

Proteus vulgaris

Serratia marcescens

Ceftriaxone is also active against many strains of Pseudomonas aeruginosa.

NOTE: Many strains of the above organisms that are resistant to multiple antibiotics, e.g., penicillins, cephalosporins, and

aminoglycosides, are susceptible to Ceftriaxone.

 

Aerobic gram-positive microorganisms

Staphylococcus aureus (including penicillinase-producing strains)

Staphylococcus epidermidis

Streptococcus pneumoniae

Streptococcus pyogenes

Viridans group streptococci

NOTE: Methicillin-resistant staphylococci are resistant to cephalosporins, including Ceftriaxone. Most strains of Group D streptococci

and enterococci, e.g., Enterococcus (Streptococcus) faecalis, are resistant.

 

Anaerobic microorganisms

Bacteroides fragilis

Clostridium species

Peptostreptococcus species

NOTE: Most strains of Clostridium difficile are resistant.

The following in vitro data are available, but their clinical significance is unknown. Ceftriaxone exhibits in vitro minimal inhibitory

concentrations (MICs) of £ 8 mcg/mL or less against most strains of the following microorganisms, however, the safety and effectiveness of Ceftriaxone in treating clinical infections due to these microorganisms have not been established in adequate and wellcontrolled clinical trials.

 

Aerobic gram-negative microorganisms

Citrobacter diversus

Citrobacter freundii

Providencia species (including Providencia rettgeri)

Salmonella species (including Salmonella typhi)

Shigella species

Aerobic gram-positive microorganisms

Streptococcus agalactiae

Anaerobic microorganisms

Prevotella (Bacteroides) bivius

Porphyromonas (Bacteroides) melaninogenicus

TABLE 2 Average Pharmacokinetic Parameters of Ceftriaxone in Pediatric Patients With Meningitis

 

50 mg/kg IV

75 mg/kg IV

Maximum Plasma Concentrations (mcg/mL)

216

275

Elimination Half-life (hr)                                             

4.6

4.3

Plasma Clearance (mL/hr/kg)

49

60

Volume of Distribution (mL / kg)                                 

 338

373

CSF Concentration-inflamed meninges (mcg/mL)

5.6

6.4

Range (mcg/mL)

1.3 – 18.5

1.3-44

Time after dose (hr)

3.7 (± 1.6)

3.3 (± 1.4)

 

INDIKASI & PENGGUNAAN

Sebelum pemberian pengobatan dengan Ceftriaxone, spesimen yang tepat harus diperoleh untuk isolasi organisme penyebab dan untuk penentuan kerentanan untuk obat. Terapi mungkin diberikan  sebelum mendapatkan hasil pengujian kerentanan.
Untuk mengurangi perkembangan bakteri resisten dan memelihara efektivitas Ceftriaxone, Ceftriaxone untuk injeksi harus digunakan hanya untuk mengobati atau mencegah infeksi yang terbukti atau diduga kuat disebabkan oleh bakteri yang sensitif
Ceftriaxone sodium diindikasikan untuk pengobatan dari infeksi yang disebabkan oleh organismyangsensitive Infeksi Saluran Pernapasan bawah  disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Haemophilus parainfluenzae, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, aerogenes Enterobacter, Proteus mirabilis atau Serratia marcescens.
Bakteri Otitis Media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia Haemophilus influenzae (termasuk beta-laktamase yang menghasilkan strain) atau catarrhalis Moraxella (termasuk strain penghasil beta-laktamase).
Struktur Kulit dan Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus,Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, Viridans kelompok streptokokus, Escherichia coli, Enterobacter cloacae, Klebsiella oxytoca, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Morganella morganii5, Pseudomonas aeruginosa, Serratia marcescens, Acinetobacter calcoaceticus, Bacteroides fragilis5 atau Peptostreptococcus spesies.
Infeksi Saluran Kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Morganella morganii atau Klebsiella pneumoniae.
Gonore tanpa komplikasi (servikal / uretra dan rektum) yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, termasuk penicillinase-dan nonpenicillinase-memproduksi strain, dan gonore faring yang disebabkan oleh strain nonpenicillinase-memproduksi Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit radang panggul yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. natrium Ceftriaxone, seperti sefalosporin lainnya, tidak memiliki efektifetas  terhadap Chlamydia trachomatis. Karena itu, ketika sefalosporin digunakan dalam pengobatan pasien dengan penyakit radang panggul dan Chlamydia trachomatis adalah salah satu patogen yang diduga, cakupan antichlamydial tepat harus ditambahkan.
Septikemia disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Escherichia coli, Haemophilus influenzae atau Klebsiella pneumoniae.
dan Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella pneumoniae atau spesies Enterobacter.
Intra-abdomen Infeksi yang disebabkan oleh Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Bacteroides fragilis, Clostridium spesies (Catatan: sebagian besar strain Clostridium difficile resisten) atau spesies Peptostreptococcus. Meningitis disebabkan oleh Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis atau Streptococcus pneumoniae. Ceftriaxone juga telah digunakan berhasil dalam jumlah terbatas kasus meningitis dan infeksi shunt yang disebabkan oleh Staphylococcus epidermidis dan escerecia coli
Profilaksis Bedah: preoperative dosis 1 gram natrium Ceftriaxone tunggal dapat mengurangi kejadian infeksi pasca operasi pada pasien yang menjalani prosedur bedah

 

Kontraindikasi
Ceftriaxone di kontraindikasi pada pasien dengan alergi antibiotik sefalosporin.
Nonates (< 28 hari)
Hyperbilirubinemia pada neonatus, terutama prematur, tidak harus diberikan dengan Ceftriaxone. Dalam penelitian in vitro menunjukkan bahwa Ceftriaxone dapat memisahkan  bilirubin dari ikatan serum albumin dan ensefalopati bilirubin dapat terjadi pada pasien ini. Ceftriaxone merupakan kontraindikasi pada neonatus jika mereka memerlukan (atau diperkirakan membutuhkan) pengobatan dengan solusi yang mengandung kalsium IV,termasuk infus kontinyu yang mengandung kalsium seperti nutrisi parenteral karena resiko pengendapan kalsium Ceftriaxone-
Sejumlah kecil kasus hasil fatal di mana bahan kristal terdapat di paru-paru dan ginjal pada otopsi telah dilaporkan dalam neonatus yang mendapat Ceftriaxone dan cairan yang mengandung kalsium.

DOSIS & PEMBERIAN
Ceftriaxone sodium dapat diberikan intravena atau intramuskular.
Jangan gunakan pelarut yang mengandung kalsium, seperti larutan Ringer atau larutan Hartmann,
Pengendapan Ceftriaxonecalcium juga dapat terjadi ketika
Ceftriaxone dicampur dengan larutan yang mengandung kalsium. Ceftriaxone tidak harus diberikan bersamaan dengan larutan  yang mengandung kalsium IV, termasuk pemberian terus menerus melalui infuse yang mengandung kalsium, seperti nutrisi parenteral . Ceftriaxone merupakan kontraindikasi pada neonatus jika mereka memerlukan (atau diperkirakan membutuhkan) pengobatan dengan solusi yang mengandung kalsium IV,
termasuk infus kontinyu yang mengandung kalsium seperti nutrisi parenteral karena resiko pengendapan kalsium Ceftriaxone-

 

Pasien pediatrik
Untuk pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit, dosis total harian yang direkomendasikan adalah 50 sampai 75 mg / kg diberikan sekali sehari (atau dosis terbagi dua kali sehari). Dosis harian total tidak melebihi 2 gram. Untuk pengobatan otitis media akut bakteri, dosis tunggal intramuskular 50 mg / kg (tidak melebihi 1 gram) direkomendasikan Untuk pengobatan infeksi miscellaneous serius selain meningitis, dosis total harian yang direkomendasikan adalah 50 sampai 75 mg / kg, diberikan dalam dosis terbagi setiap 12 jam. Dosis harian total tidak melebihi 2 gram.

Dalam pengobatan meningitis, dianjurkan bahwa dosis terapeutik awal menjadi 100 mg / kg (tidak melebihi 4 gram). Setelah itu,dosis harian total 100 mg / kg / hari (tidak melebihi 4 gram sehari) disarankan. Dosis sehari-hari dapat diberikan sekali sehari (ataudosis terbagi setiap 12 jam). Durasi biasa terapi adalah 7 sampai 14 hari.

Petunjuk penggunaan pemberian Intramuskular

Menyusun kembali Ceftriaxone natrium serbuk dengan pelarut yang sesuai .
pengencer disuntikan ke dalam botol, kocok botol secara menyeluruh untuk membentuk solusi. Tarik seluruh isi botol ke jarum suntik untuk sama dosis total berlabel.
Setelah dilarutkan, setiap 1 mL larutan mengandung sekitar 250 mg atau 350 mg setara Ceftriaxone menurut jumlah
pengencer ditunjukkan di bawah ini. Jika diperlukan, lebih encer solusi dapat dimanfaatkan. Sebuah konsentrasi 350 mg / mL tidak dianjurkan untukBotol 250 mg karena tidak mungkin untuk menarik seluruh isi.Seperti dengan semua persiapan intramuskular, Ceftriaxone natrium harus disuntikkan dengan baik dalam tubuh otot relatif besar; aspirasi membantu untuk menghindari injeksi yang tidak disengaja ke dalam pembuluh darah

PemberianIntravena
Ceftriaxone sodium harus diberikan intravena melalui infus selama 30 menit. Konsentrasi antara 10 mg / mL dan 40 mg / mL yang direkomendasikan, namun, konsentrasi yang lebih rendah dapat digunakan jika diinginkan.

 

Harga sediaan

Bentuk sediaan yang tersedia serbuk injeksi dalam vial 1 gr

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 302 tahun 2008 tentang harga obat generik harga Enceran tertinggi (HET) seftriakson 1 gr/ vial Rp. 13.262,-.

Harga seftriakson generik indofarma 1grm/vial  Rp: 26.600,-

Harga Broadced (seftriakson disodium) 1grm / vial Rp : 208 725,-

Harga original produk rochephin 1grm/vial  Rp: 256.600,-

Pustaka

  1. Istiantoro YH, Ganiswarna Vincent HS,penisilin, sefalosporin, dan atibiotik betalaktam lainnya dalam farmokolgi dan terapi edisi 4 jakarta 1995 hal 622 -650
  2. Drug information online. Ceftriaxone. Drugs .com

 

 




Penulis

Dr. Deddy Satriya Putra, SpA

Alamat :

Jalan Warta Sari No 4 Tangkerang Selatan Pekanbaru 28282
Telp : (0761) 7046469

Fax : (0761) 36533

HP: 085216983733

Kantor :
Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Arifin Achmad / FK-UNRI
Jl. Diponegoro No 2 Pekanbaru
Telp : (0761) 858647


E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.




 


Edited and Published by : Klinik Dr. Rocky™

 

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Log in

fb iconLog in with Facebook
create an account