Terasa berat beli obat murah dibanding ponsel mahal

Related discussions

Rahadian Discussion started by Rahadian 5 years ago

MARAKNYA peredaran obat palsu di tengah masyarakat bisa disebabkan beberapa hal. Salah satunya karena masyarakat itu sendiri.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt, secara psikologis kebanyakan orang membeli obat bukan karena keinginan, melainkan terpaksa. Oleh karena itu, walaupun harga obat murah tetap saja dirasa mahal.

"Kalau orang beli obat bukan karena keinginan, apa yang terjadi? Walaupun harganya murah, tetap saja dia bilang mahal, karena terpaksa membelinya," katanya di @America, Pacific Place Mall, Jakarta, baru-baru ini.

Kondisi ini berbeda ketika seseorang membeli barang-barang lain. Contohnya, imbuh Nurul, meski harga telefon seluler jutaan rupiah, masyarakat tetap mengusahakan karena sesuai dengan keinginannya. Sementara, obat yang harganya Rp50 ribu justru dibilang mahal. Sehingga, merekapun membeli di toko obat yang tidak diketahui asal-usulnya.

"Masyarakat harus tahu bahwa obat palsu itu dampaknya berbahaya. Jangan sampai awalnya kita mengira harganya murah, tetapi akibatnya bisa menjadi mahal," pungkas Nurul.  
 

 

Replies
Rahadian
Rahadian makanya jangan beli ponsel terus 5 years ago
loader
loader
Attachment
Dr. Christine Rosalina Lopulalan
Dr. Christine Rosalina Lopulalan Emang aneh dan ironis. Masyarakat tuh juga pinter sebdiri, ngobati diri sndiri atau keluarganya tanpa perlu periksa ke dojter dg alasan menghemat. 5 years ago
loader
loader
Attachment